Tertutup Tumpukan Sampah Plastik, Aliran Sungai di Pemukiman Warga Tercemar Parah

Daftar Isi

MEUZEN — Kondisi sungai di desa Kalijirek, Kebumen, Jawa Tengah berada dalam kondisi yang sangat memprihatinkan. Permukaan sungai tertutup oleh timbunan sampah plastik yang di buang oleh warga sekitar. Terutama di bawah jembatan, air hampir tidak bisa mengalir karena banyaknya tumpukan sampah plastik. Selain itu, banyak tumbuhan air tanaman apung mata lele (aquascape) yang membuat permukaan air terlihat berwarna hijau. 

Berdasarkan pantauan di lokasi pada Sabtu (26/9), tumpukan limbah didominasi oleh sampah plastik sekali pakai, kantong kresek berwarna-warni, serta wadah styrofoam. Sampah yang mengapung ini tidak hanya dapat merusak ekosistem sungai, tetapi juga menyebabkan bau yang tidak sedap, sehingga banyak warga sekitar dan pengendara yang melintas di jembatan merasa terganggu dengan bau tersebut. 

Karena kurangnya kesadaran masyarakat terhadap kebersihan sungai, kejadian itu dibiarkan tanpa adanya kemauan untuk membersihkan dan menghentikan perilaku membuang sampah di sungai. Pemukiman penduduk yang berada tepat di sebelah sungai menjadikan risiko banjir dan ancaman penyakit membuat warga cemas. 

Salah seorang warga setempat, Ibu Dwi Novitasari (±40), mengungkapkan bahwa tumpukan sampah ini tidak hanya disebabkan oleh warga sekitar, tetapi juga para pengendara yang melewati jembatan. "Karena bukan warga kita saja yang buang, terus jika ketahuan ya harus kena sanksi," ujarnya. 

Masyarakat berharap agar masalah ini segera diatasi. Karena jumlah sampah yang tidak sedikit, pembersihan sungai membutuhkan armada pengangkut sampah dan alat berat. Selain itu, warga juga mengimbau agar adanya pengetatan aturan serta kesadaran bersama untuk tidak menjadikan sungai sebagai tempat pembuangan sampah.

Penulis: Agnes & Fitri

Posting Komentar